Pemerintah Perlu Antisipasi Kenaikan Harga Barang dan Jasa
Di tengah kondisi inflasi yang tinggi seperti saat ini memang sebuah keniscayaan harga bang-barang naik. Sri Adiningsih, Ekonom dari Universitas Gadjah Mada mengatakan kenaikan tarif ojol sebenarnya mengikuti kenaikan yang lain. Seperti Upah, BBM, kenaikan harga-harga yang lain. Jika tarif ojol tidak naik, sementara harga BBM naik, ini juga akan menjadi beban bagi sekitar 3 juta driver ojol yang ada saat ini.
Sudah pasti kenaikan harga-harga ini akan berdampak sangat luas kepada masyarakat, yang beban hidupnya sudah sangat berat akibat pandemi. Sri Adiningsih berharap pemerintah dapat mengatur agar kenaikan yang terjadi terhadap harga barang dan jasa ini tidak terlalu tinggi, dan dilakukan secara bertahap.
Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak kaget dengan kondisi ekonomi saat ini. Pemerintah juga bisa mengatur dan berkordinasi sedemikian rupa, sehingga kenaikan barang dan jasa yang terjadi tidak bersaman dan dalam waktu yang berdekatan. Upaya ini bisa menjadi alternatif untuk menahan laju inflasi agar tidak menjulang tinggi.
Seperti apa kondisi ekonomi Indonesia dalam beberapa minggu ke depan? Bagaimana dampak kenaikan ojol nanti terhadap naiknya harga barang-barang? Seberapa besar pemerintah akan mengurangi subsidi BBM? Akankah harga mie instant benar-benar naik? Informasi ini bisa dipantau langsung melalui News RCTI+ secara update. Didukung oleh 93 publisher, news aggregator dibawah MNC Group ini setiap harinya selalu menghadirkan informasi-informasi penting yang dibutuhkan pembaca, termasuk informasi mengenai harga-harga barang/jasa dan kondisi ekonomi terkini baik nasional maupun global.
"News RCTI+ terus berkomitmen untuk memberitakan berbagai fenomena menarik, berdampak luas dan menjadi perhatian publik," kata Co-Managing Director RCTI+, Valencia Tanoesoedibjo. Dia berharap News RCTI+ bisa menambah pengetahuan, hiburan sekaligus sumber inspirasi bagi masyarakat atas informasi penting yang disampaikan setiap hari.