BUMN Terlilit Utang Triliunan Bertambah, Ini Daftar Terbarunya
Adapun posisi ekuitas perseroan sebelum Kewajiban Pembayaran Utang negatif di angka Rp110 miliar. Sementara posisi ekuitas positif setelah PKPU mencapai Rp510 miliar.
2. PT Angkasa Pura II (Persero)
Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengakui pihaknya memiliki pinjaman yang harus dibayarkan kepada kreditur. Meski begitu, saat dikonfirmasi wartawan, dia enggan menyebut nominal pasti utang yang dimaksud.
Dia justru mengklaim struktur keuangan perseroan masih tercatat baik saat ini. "Masalah kondisi keuangan kami cukup beruntung, komposisi utang masih kami bisa manage," ujar Awaluddin saat ditemui wartawan Hotel Sari Pacific, dikutip Kamis (16/12/2021).
3. PT PLN (Persero)
Saat ini PLN tengah menanggung utang senilai Rp500 triliun. Perseroan pun dituntut melakukan efisiensi berupa refocusing anggaran. Erick Thohir mencatat, refocusing diperlukan untuk mendukung sejumlah program perusahaan, misalnya, transisi fosil menjadi EBT hingga program transmisi kelistrikan.
Erick menyebut, pinjaman tersebut merupakan utang lancar (current liabilities). Meski begitu, pemegang saham meminta manajemen untuk menekan capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar 24 persen.