Tidak hanya itu, arsitektur yang sangat menarik dan juga paling menonjol adalah kubah masjid yang berbentuk seperti pagoda berjumlah lima kubah. Di antaranya adalah empat kubah di setiap sudut dan satu kubah paling besar yang berada di tengah. Lima kubah yang berbentuk seperti pagoda itu memiliki makna filosofis lima rukun Islam yang harus dijalankan umat muslim.
"Untuk di atas itu ada seperti kubah, ini ada lima kubah. Jadi filosofisnya kembali ke rukun Islam di dalam keyakinan kami, di dalam agama Islam ini ada lima rukun Islam. Nah, untuk menandakan saja ini sebagai rukun Islam," papar dia.
Frans menceritakan, masjid ini didirikan pada Oktober tahun 2022. Nama Tjia Kaang Hoo diambil dari nama pendiri masjid ini yang dikenal juga sebagai Haji Abdul Soleh.
"Jadi Masjid Tjia Kaang Hoo ini awal mulanya ini adalah rumah daripada almarhum Tjia Kaang Hoo ataupun Haji Abdul Soleh. Makanya itu diabadikan sebagai nama masjid ini yang bernama Masjid Tjia Kaang Hoo," beber Frans.
Awalnya, bangunan ini hanyalah rumah tinggal milik Tjia Kaang Hoo yang sering digunakan sebagai perkumpulan kajian atau majelis taklim. Setelah Tjia Kaang Hoo meninggal, anak dari Tjia Kaang Hoo bernama Haji Budianto menggagas pendirian masjid di atas tanah bekas rumah dari Tjia Kaang Hoo.
"Seperjalanan rumah tempat tinggal ini dibuat menjadi majelis taklim. Diadakanlah kegiatan-kegiatan pengajian dan lain sebagainya yang berhubungan dengan keagamaan. Nah, setelah majelis taklim digagaslah oleh orang tua kami yaitu Bapak Haji Budianto untuk mendirikan masjid ini, akhirnya rembukan dengan anak-anak daripada Tjia Kaang Hoo diwakafkanlah tanah ini untuk pendirian masjid," ujar dia.