"Jangan langsung memulai dengan kecepatan penuh. Itu akan membuat tubuh kehilangan tenaga. Jadi pelan-pelan saja dulu, tubuh mulai panas, baru menambah kecepatan pelan-pelan," ujar Coach Hendri Pardede, di Jakarta belum lama ini.
Hendri menambahkan, untuk menjadi pelari, yang dibutuhkan adalah membentuk pola ke dalam tubuh. Pola ini harus dilatih secara terstruktur. "Hindari latihan pola acak. Latihan harus terstruktur, kalau acak nanti malah cedera. Misal, kita pelari rekreasional cukup seminggu 3 kali latihannya," katanya.
Selain itu, menurutnya, pelari juga harus mengimbangi strength training dan ada kombinasi. "Lari bukan hanya latihan kaki saja, tapi juga membangun kekuatan tubuh, karena ini akan membangun endurance atau ketahanan tubuh. Dua pola ini jadi pondasi pelari," kata Hendri.
Dia menambahkan, pelari juga wajib memerhatikan nutrisi yang dikonsumsi. Sebab, nutrisi menjadi kunci penting. Jangan sampai mengonsumsi makanan yang akan membuat badan menjadi obesitas.
Adapun beberapa nutrisi yang wajib dikonsumsi adalah makanan karbohidrat kompleks, seperti umbi-umbian untuk cadangan glikogen. Sedangkan untuk energi cukup dengan gula. Ini akan menambah energi dalam berlari.