Andi menjelaskan, hidrogen cair inilah yang kemudian diselimuti oleh gas hidrogen dengan rasio antara hidrogen dan helium sebesar 90 : 10. Secara keseluruhan, rasio massa hidrogen dan helium pada planet Jupiter sebesar 73 : 24. Rasio ini mirip sekali dengan Matahari yang mana rasio keseluruhan massa hidrogen dan helium sebesar 71 : 27.
Kerapatan massa Jupiter juga mirip dengan Matahari. Jupiter mengandung 1,33 gram setiap sentimeter kubik volumenya sedangkan Matahari mengandung 1,41 gram setiap sentimeter kubik volumenya.
"Bandingkan dengan Bumi yang lebih padat dibandingkan dengan Jupiter dan Matahari, mengandung 5,51 gram setiap sentimeter kubik volumenya," jelas Andi, Minggu (28/8/2021).
Atas dasar inilah Jupiter kerap dianggap sebagai bintang gagal. Namun, Andi menjelaskan bahwa bintang dan planet lahir dari dua mekanisme yang jauh berbeda. Bintang lahir ketika materi sangat padat di awan molekul antar bintang mulai runtuh oleh gravitasinya sendiri.
Runtuhnya awan gas dan debu ini menyebabkan materi ini berputar dan menarik lebih banyak materi lain dari awan di sekelilingnya sehingga menciptakan piringan akresi bintang.