Kenapa Kucing Suka Mengeong pada Manusia Dibanding ke Sesamanya?

Dini Listiyani
Kenapa Kucing Suka Mengeong pada Manusia Dibanding ke Sesamanya? (Foto: unsplash)

Kucing juga telah berubah sejak zaman mereka sebagai hewan liar Afrika. Mereka sekarang memiliki otak yang lebih kecil dan warna bulu yang lebih bervariasi, ciri-ciri yang umum di antara banyak spesies peliharaan, sebagaimana dikutip dari Science Alert,  Senin (30/9/2024).

Adaptasi Vokal Perak

Seperti rubah perak, kucing telah mengadaptasi vokalisasi mereka, meskipun dalam jangka waktu yang jauh lebih lama. Bayi manusia bersifat altricial saat lahir, artinya mereka sepenuhnya bergantung pada orang tua mereka. 

Ketergantungan ini telah membuat manusia sangat peka terhadap panggilan bahaya. Kucing telah mengubah vokalisasi mereka untuk memanfaatkan kepekaan ini. 

Sebuah studi 2009 oleh peneliti perilaku hewan Karen McComb dan timnya memberikan bukti adaptasi ini. Peserta dalam studi tersebut mendengarkan dua jenis dengkuran. 

Satu jenis terekam saat kucing mencari makanan (dengkur permintaan) dan jenis lainnya terekam saat mereka tidak mencari makanan (dengkur non-permintaan). 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kendalikan Populasi Kucing, Pemkot Jakbar bakal Sterilisasi Gratis 200 Ekor

57 tahun lalu

Ada Sterilisasi Kucing Gratis di Jakarta Barat Pekan Depan, Catat Syaratnya

57 tahun lalu

Miss Earth 2019 Lirabica Murka! Kecam YouTuber Diduga Aniaya Kucing di Tangerang

57 tahun lalu

Cerita Unik Mudik Lebaran 2026: Pemudik asal Bogor Bawa 2 Kucing Naik Motor ke Purbalingga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal