Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kendalikan Populasi Kucing, Pemkot Jakbar bakal Sterilisasi Gratis 200 Ekor
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Kucing Suka Mengeong pada Manusia Dibanding ke Sesamanya?

Senin, 30 September 2024 - 09:47:00 WIB
Kenapa Kucing Suka Mengeong pada Manusia Dibanding ke Sesamanya?
Kenapa Kucing Suka Mengeong pada Manusia Dibanding ke Sesamanya? (Foto: unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

Kucing yang tidak terlalu takut dan lebih mudah beradaptasi berkembang biak karena mendapatkan pasokan manakan yang konsisten. Seiring berjalannya waktu, kucing mengembangkan ikatan lebih dekat dengan manusia. 

Berbeda dengan anjing, kucing pada dasarnya menjinakkan dirinya sendiri. Kucing yang dapat menoleransi dan berkomunikasi dengan manusia memiliki keunggulan dalam bertahan hidup, sehingga menghasilkan populasi yang cocok hidup berdampingan dengan manusia. 

Untuk memahami proses ini, ada eksperimen rubah yang diternakkan di Rusia. Dimulai pada 1950an, ilmuwan  Soviet Dmitry Belyaev dan timnya secara selektif membiakkan rubah perak, mengawinkan rubah yang tak terlalu takut dan agresif terhadap manusia. 

Dari generasi ke generasi, rubah-rubah ini menjadi lebih jinak dan ramah, mengembangkan ciri-ciri fisik yang mirip dengan anjing peliharaan, seperti telinga yang terkulai dan ekor yang keriting. Vokalisasi mereka juga berubah, bergeser dari "batuk" dan "dengusan" yang agresif menjadi "tertawa" dan "terengah-engah" yang lebih ramah, yang mengingatkan pada tawa manusia.

Percobaan ini menunjukkan pembiakan selektif untuk kejinakan dapat menyebabkan berbagai perubahan perilaku dan fisik pada hewan, yang dalam beberapa dekade dapat mencapai apa yang biasanya memakan waktu ribuan tahun. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut