Kementerian Komdigi mengimbau seluruh penyelenggara layanan digital yang beroperasi di Indonesia untuk segera memastikan status pendaftaran mereka di sistem resmi. Masyarakat juga diharapkan proaktif dalam melaporkan layanan mencurigakan.
Sementara itu, World App melalui Tools for Humanity (TFH) dalam klarifikasinya menyatakan TFH melalui World App tidak pernah membeli data pribadi, serta tidak menyimpan, menjual, maupun membagikan data biometrik dalam bentuk apa pun.
"World dirancang sebagai jaringan manusia pertama yang memungkinkan setiap orang terhindar dari penipuan, pemalsuan, deepfake, dan berbagai risiko digital lainnya secara anonim dan aman," kata TFH melalui pesan singkat, Jumat (9/5/2025).
TFH menerangkan World menggunakan protokol terbuka (open source). "Komitmen kami terhadap privasi dapat diverifikasi secara independen, termasuk oleh regulator maupun pihak ketiga. Kami mengajak masyarakat untuk mempelajari informasi lebih lanjut tentang World yang tersedia website resmi."
Terlepas dari itu, World memastikan akan patuh terhadap seluruh peraturan yang berlaku di Indonesia.