Arteta memang kerap berbicara soal pentingnya ketidakpastian dalam pemilihan tim. Menggeser pemain terbaiknya ke posisi baru menjadi contoh nyata. Kini manajer lawan dipaksa memikirkan kemungkinan Saka kembali muncul di jantung permainan pada laga-laga krusial.
Arsenal akan menghadapi laga penting melawan Wolverhampton dan berpeluang menjauh dari Manchester City di puncak klasemen. Situasi cedera membuat opsi lini tengah terbatas. Kai Havertz dan Mikel Merino absen, sementara Martin Odegaard diragukan tampil karena masalah lutut. Kondisi ini membuka peluang Saka tetap dimainkan di tengah.
Arteta tidak menutup kemungkinan tersebut. Dia mengatakan, "Saya ingin mencobanya, dan kami mungkin akan menggunakannya di masa depan. Masih ada begitu banyak pertandingan, kompetisi dan skenario berbeda musim ini, dan itu adalah kemungkinan yang kami miliki.”
Secara teknis, Saka dinilai cocok bermain di area sempit. Saat ditempatkan lebih dekat ke gawang, dia lebih sering menerima bola dan memicu kombinasi cepat, termasuk dengan Noni Madueke. Keduanya bekerja sama apik dalam proses gol ketiga ke gawang Wigan. Madueke sendiri sedang tajam dengan tiga gol dalam lima laga terakhir.
Arteta juga menjelaskan alasan tertarik memainkan Saka di tengah. “Itu sedikit lebih sulit bagi lawan untuk terus-menerus mendapatkan referensinya. Dia juga bisa bertukar posisi dengan pemain sayap, dan dia sangat bagus dalam menemukan ruang-ruang itu. Ketika dia berada di sana, dia benar-benar bisa melukai Anda dengan bola.”