Keputusan Ancelotti mempertahankan Casemiro juga menjadi bukti ketenangannya. Gelandang Manchester United itu sudah mendapat kartu kuning sejak menit ke-14. Pelatih yang lebih panik mungkin menariknya pada jeda pertandingan atau awal babak kedua, apalagi Jepang berbahaya lewat serangan balik.
Namun, Ancelotti tetap percaya. Keputusan itu terbayar pada menit ke-56 ketika Casemiro mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan.
“Pada babak kedua, Ancelotti kembali meminta kami tetap tenang. Di antara hal lain, dia menekankan agar kami tetap tenang karena kami terus menekan dan bermain tinggi, jadi peluang akan datang. Tim pantas mendapat kredit, terutama karena mentalitas kami. Kami terus menekan dan menyerang,” kata Casemiro.
Mateus Cunha menilai Brasil bermain dengan urgensi lebih besar pada babak kedua. Menurut dia, perubahan mental itu membuka jalan bagi kemenangan comeback pertama Brasil di fase gugur Piala Dunia sejak menang 2-1 atas Inggris pada edisi Korea/Jepang 2002.
“Tidak pernah mudah menghadapi lawan seperti itu. Kami bisa melihat betapa besar kebanggaan mereka saat bermain di lapangan. Saya percaya setelah kami keluar dengan mentalitas ingin menyelesaikan pertandingan dan memaksakan gaya bermain kami, berkat Tuhan, meski sangat sulit, semuanya berjalan baik pada akhirnya,” ujar Cunha kepada FIFA.