5 Kejadian Memalukan Sepak Bola Indonesia yang Disorot Media Asing, Ada Pemain Tinju Wasit

Andhika Khoirul Huda
Pemain Persiwa Pieter Rumaropen (10) bertindak kasar kepada wasit Muhaimin pada 2013. (Foto: Sindonews)

5. Tragedi Kanjuruhan

Insiden kerusuhan paling berdarah di Tanah Air dan juga dunia terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu di Stadion Kanjuruhan, Malang, dalam laga yang mempertemukan tuan rumah, Arema FC dengan sang rival, Persebaya Surabaya, dalam laga lanjutan Liga 1 2022/2023. Sebanyak 135 orang tewas dalam insiden tersebut dan 600 lebih korban lainnya menderita luka-luka.

Banyaknya korban tewas yang ada membuat Tragedi Kanjuruhan masuk dalam salah satu daftar teratas insiden sepakbola paling mematikan di dunia. Yang terparah masih dipegang oleh tragedi di Estadio Nacional, Lima, Peru, yang menewaskan 328 korban jiwa pada 24 Mei 1964 silam.

Mayoritas korban tewas dalam Tragedi Kanjuruhan disinyalir karena para penonton yang semuanya adalah pendukung Arema FC, terinjak-injak dan juga sesak nafas. Pasalnya, para polisi yang berjaga melontarkan gas air mata ke tribun penonton ketika para Aremania turun ke lapangan usai tak puas tim kesayangan mereka dikalahkan sang rival.

Alhasil, gas air mata itu membuat para penonton panik dan berbondong-bondong menuju pintu keluar di tribun. Parahnya, akses pintu keluar tak banyak yang dibuka dan terlalu sempit sehingga banyak dari mereka yang terinjak-injak dan sesak napas hingga kehilangan nyawa.

Enam tersangka pun ditetapkan karena dianggap bertanggung jawab atas insiden mematikan itu. Mereka adalah Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris, Security Officer Suko Sutrisno, Komandan Kompi III Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman, Kabag Ops Polres Malang Wahyu SS, dan Kasat Samapta Polres Malang Ajun Komisaris Polisi Bambang Sidik Achmadi.

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kanjuruhan Sepi Usai Tragedi, Arema FC Rindu Lautan Aremania

57 tahun lalu

Trauma Tragedi 2022 Masih Membekas, Laga Arema FC di Kanjuruhan Sepi Meski Dijaga 1.402 Personel

57 tahun lalu

FIFA Tolak Regulasi Suporter Tandang di Super League 2025-2026

57 tahun lalu

1.000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Gelar Doa Bersama untuk Para Korban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal