Kala itu, Persik yang ditukangi Jaya Hartono datang sebagai tim promosi. Jadi banyak yang meremehkan tim berjuluk Macan Putih itu bisa bertahan di kasta tertinggi.
Namun, Jaya Hartono mampu membuat tim yang diperkuat Wawan Widiantoro, Khusnul Yuli, Ebi Sukore, Harianto, Musikan, dan kiper legendaris, Wahyudi mampu finis di singgasana klasemen dengan poin 67, unggul lima angka dari PSM.
RAHMAD DARMAWAN (Persipura – 2005; Sriwijaya Fc – 2007)
Rahmad Darmawan bisa dibilang sebagai pelatih lokal paling sukses sepanjang sejarah Ligina. Dia mampu membawa dua tim berbeda menjuarai kompetisi.
Sukses pertama arsitek yang biasa disapa RD itu saat melatih Persipura Jayapura pada 2005. Kala itu, Ligina kembali memainkan format dua Wilayah Barat dan Timur. Persipura yang memuncaki Wilayah Timur melaju ke 8 besar dan kembali finis di puncak Grup Timur untuk menuju final. Di partai pamungkas, tim Mutiara Hitam yang diperkuat Boaz Solossa, Victor Igbonefo, Christian Lenglolo, Ian Kabes, dan kiper Jendri Pitoy sukses mengalahkan Persija 3-2 lewat perpanjangan waktu.
Dua tahun kemudian, giliran Sriwijaya FC yang dibawa RD jadi juara Ligina 2007. Lolos ke 8 besar sebagai juara Grup Barat, Laskar Wong Kito terus melaju setelah memuncaki Grup A babak 8 besar. Di semifinal, mereka melibas Persija 1-0, sebelum menang 3-1 atas PSMS di final. Sriwijaya kala itu diperkuat Anaoure Obiora, Keith Kayamba Gumbs, Zah Rahan Krangar, Charis Yulianto, dan kiper Ferry Rotinsulu.