Prestasinya terus meningkat sejak itu, Rexy dan Richard memberi banyak gelar untuk Tangkas. Meski berprestasi, pemuda Ternate itu sempat hampir menyerah karena tidak dipanggil ke Pelatnas. Padahal dia sudah menjadi juara DKI Jakarta dan seleksi nasional.
Akhirnya kesempatan itu datang pada September 1990. Rexy saat itu selesai juara tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran dalam suatu turnamen. Christian Hadinata yang menjadi pelatih ganda putra di tim nasional, mendatanginya dan memberikan tawaran untuk masuk pelatnas, dengan syarat dia tidak lagi bermain di tunggal putra dan ganda campuran.
Rexy menerima tawaran itu dan dipasangkan dengan Thomas Indratjaya di tahun pertamanya. Pasangan emasnya, Ricky Subagja, saat itu masih dipasangkan dengan sang kakak, Richard.
Singkat cerita, Koh Chris –panggilan Christian Hadinata- menawarkan Rexy euntuk dipasangkan dengan Rudy Gunawan atau Ricky Subagja. Dia pun memilih Ricky sebagai duetnya karena dari segi umur tidak jauh yang membuatnya jadi tidak sungkan selama di lapangan. Selain itu, Gunawan saat itu sudah terkenal dan Rexy takut itu menjadi beban baginya.
Pilihan itu ternyata sangat tepat, Rexy/Ricky menjadi pasangan yang sangat kuat yang dimiliki Indonesia saat itu. Sejak akhir 1992, mereka memenangkan empat turnamen beruntun, termasuk World Grand Prix Finals. Nama mereka mulai naik dan diperhitungkan di mata dunia.