Kisah Wilma Marghareta Sinaga, Atlet Catur Tunanetra Andalan NPC Indonesia

Romensy August
Wilma Marghareta Sinaga(Foto: MNC Portal Indonesia)

Menetapkan hati cabor catur, berbagai kesulitan mulai menghinggapi Margaretha. Meski telah didampingi pelatih, dia harus berusaha dua kali lipat untuk mencapai level tertinggi.

“Pasti kami tidak bisa seperti teman-teman yang penglihatannya sempurna. Buku juga kami gak bisa baca. Jadi kami minta bantuan dulu untuk dibacakan kesulitannya di situ. Untuk bisa sama dengan teman yang normal kami harus belajar dua kali lipat. Berarti kalau mau melebihi belajar nya harus lebih dari itu," ucapnya.

Margaretha juga mengungkapkan perasaan kecewa yang pernah singgah di hatinya. Hal itu terjadi ketika masih duduk di bangku kuliah Universitas Negeri Medan Jurusan Bahasa Jerman. 

Kala itu, sepulang latihan catur Margaretha turun dari angkot jauh dari titik biasanya. Jalan yang dilalui pun bukan jalan yang biasanya. Akibatnya dia terperosok ke selokan sampah yang membuat sekujur tubuhnya bau.

“Itu sakitnya gak seberapa tapi malunya. Saya ditolong sama tukang becak. Terus saya bilang sama tuhan, udah tuhan sudah kan kamu puas lihat aku. Terus aku nangis,” ucapnya.

Editor : Fitradian Dhimas Kurniawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Indonesia Raih 25 Medali di Para Powerlifting Asia-Oceania 2026, Rekor Dunia Terukir!

57 tahun lalu

Aklamasi Munas Percasi 2026: Agustiar Sabran Gantikan Utut, Era Baru Catur Indonesia Dimulai

57 tahun lalu

Chery Ungkap Alasan Tergerak Dukung Perjuangan Atlet Muda Indonesia di Asian Youth Para Games 2025

57 tahun lalu

Dominasi Percasi DKI Jakarta: Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Catur 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal