Kisah Wilma Marghareta Sinaga, Atlet Catur Tunanetra Andalan NPC Indonesia

Romensy August
Wilma Marghareta Sinaga(Foto: MNC Portal Indonesia)

Keterlibatannya di catur dimulai saat dirinya bersekolah di bangku TK Yayasan tunanetra di bawah naungan Gereja di Jerman yang ada di dekat rumahnya pada tahun 1996. 

“Awalnya masih TK. Di sana kami dikasih pendidikan formal dan ekskulnya ya. Jadi ada banyak ada olahraga seni,” kata Marghareta sembari mengingat.

Marghareta mengaku sempat mencoba sejumlah ekskul seperti paduan suara dan olahraga lempar lembing. Namun, dia merasa tidak berkembang. Pada akhirnya Margaretha memilih cabor catur dan merasa nyaman di tempat itu.

“Karena catur itu belajarnya melatih berpikir 3-5 langkah ke depan, strategi dan berhitung. Membantu juga saat di sekolah matematikanya terbantu karena di catur itu, mainnya menghitung ya,” tutur Margaretha.

“Kalau catur itu latihannya gak ribet. Gak harus kelapangan lapangannya kan harus dibawa karena papan catur. Kalau gak main pakai papan juga bisa namanya blind chess, jadi namanya catur tunanetra, kita bisa main tanpa memegang bidak caturnya. Jadi udah kebayang kotak 64 itu,” ujarnya.

Editor : Fitradian Dhimas Kurniawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Indonesia Raih 25 Medali di Para Powerlifting Asia-Oceania 2026, Rekor Dunia Terukir!

57 tahun lalu

Aklamasi Munas Percasi 2026: Agustiar Sabran Gantikan Utut, Era Baru Catur Indonesia Dimulai

57 tahun lalu

Chery Ungkap Alasan Tergerak Dukung Perjuangan Atlet Muda Indonesia di Asian Youth Para Games 2025

57 tahun lalu

Dominasi Percasi DKI Jakarta: Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Catur 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal