Hendra mempertanyakan alur waktu tersebut karena merasa tidak pernah dimintai klarifikasi. Meski begitu, dia mengaku legawa menerima keputusan federasi.
“Buat saya ini sudah pembunuhan karakter karena tidak ada tabayyun ke saya. Tapi saya terima. Saya juga merasa sudah cukup di tim nasional,” jelas Hendra Basir.
Sementara itu, PP FPTI dikabarkan membentuk tim pencari fakta untuk mendalami kasus tersebut. Hingga proses berjalan, Hendra Basir masih berstatus dinonaktifkan sementara dari jabatan pelatih tim panjat tebing Indonesia.