SLEMAN, iNews.id – Aksi demo mahasiswa yang kerap dilaksanakan di simpang tiga Gejayan, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok Sleman mendapatkan protes dari warga yang tergabung dalam Paguyuban Gejayan Ayem Tentrem. Lantaran kerap terganggu, mereka mengadukan kepada polisi.
Kepala Dusun Mrican, Sumarji mengatakan, warga sebenarnya tidak menolak terhadap aksi yang dilakukan para mahasiswa. Namun semestinya lokasinya juga dipertimbangkan, agar tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.
Jalan Gejayan merupakan salah satu ruas jalan yang sangat strategis. Banyak masyarakat yang memanfaatkan akses jalan tersebut dan membuka usaha. Namun ketika demo, banyak yang memilih tutup.
“Kalau jalan ditutup, kami tidak ada pelanggan. Bagaimana dengan usaha kami,” katanya, saat mengadu ke polisi, Kamis (27/8/2020).
Aksi mahasiswa yang kerap difokuskan di tempat ini, juga membuat keresahan warga. Masyarakat bingung harus melintas lewat jalur mana. Untuk itulah mereka minta agar aparat kepolisian bertindak mengakomodasi kepentingan warga yang lain.
Warga yang lain Budi berharap aksi demonstrasi disikapi dengan bijaksana. Salah satunya kepatuhan terhadap jam yang sudah ditentukan. Aksi terakhir yang dilaksanakan mahasiswa sampai malam hari. Mahasiswa akhirnya bergeser ke simpang tiga Jalan Laksda Adisutjipto dan berakhir di simpang tiga UIN.