Penghayatan akan kemiskinan, membuat Hasto bisa menyelami makna kemiskinan yang bermuara pada upaya pengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Baginya, penghargaan ini tidak lepas dari bimbingan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X. UGM juga mengajarkan ilmu kesederhaan kepada dirinya selama kuliah.
Bahkan ketika lulus pun, dia siap untuk ditempatkan di daerah yang sulit. “UGM telah mengajarkan hidup sederhana dan itu membentuk jiwa saya,” ucapnya.
Hasto mengatakan, rakyat Kulonprogo juga banyak mengajarkan akan arti sebuah gotong royong. Sehingga, dia mampu melahirkan kebijakan untuk pemberdayaan ekonomi melalui gerakan Bela dan Beli Kulonprogo.
Di bidang kebudayaan, Hasto mampu menjadikan tari angguk dikembangkan menjadi senam angguk. Ide itu lahir dari rakyat yang ingin berkarya bukan hanya sekedar bekerja.