SLEMAN, iNews.id - Direktur Reserse dan Umum (Direskrimum) Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo memastikan aktivitas pesta seks yang dikomersialkan sebuah homestay di Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman sudah berlangsung lama.
Bahkan kasus yang berhasil diungkap polisi ini bukan yang pertama. "Pengakuannya (pengelola pesta seks) sudah empat kali (gelar pesta seks) dan tempatnya berpindah-pindah," ungkap Hadi Utomo, Kamis (13/12/2018).
Menurut Hadi, Polda DIY sebelumnya sudah memproses kasus yang sama. Namun, kasus itu tidak dirilis ke publik. "Kalian (wartawan) tidak tanya, jadi tidak kita rilis," ucap Hadi.
Pengelola pesta seks, kata Hadi, menawarkan informasi di media sosial. Mereka yang tertarik akan dihubungi oleh pengelola dengan membayar sejumlah uang. Nantinya mereka akan menentukan lokasi pesta dan yang tertarik akan dihubungi oleh para pengelola.
Dari hasil pemeriksaan awal, mereka sudah memiliki banyak anggota. Pengelola ini mengumpulkan dalam satu grup WhattsApp (WA). Semua informasi di share di dalam kelompok itu. Dalam melakukan penawaran mereka juga selektif. "Mereka ini belum masuk WA grup, tetapi nomornya mudah dihubungi pengelola," tuturnya.