"Kalau pas wifi sambil internetan, anak-anak ini sering dikasih makan," katanya.
Bahkan karena seringnya mendapat makan, anak-anak itu dengan sukarela membawa makanan atau bahan makanan seperti beras dan lain-lain untuk dimasak di rumah pelaku.
Ketika anak-anak sedang bermain gadget, pelaku kemudian membujuk mereka untuk melakukan kegiatan cabul sesama jenis.
"Mereka itu satu-satu, tidak pernah bareng-bareng," ucapnya.
Sandro mengungkapkan, anak-anak yang menjadi korbannya tidak diberi imbalan usai melangsungkan aksi bejatnya. Korban hanya sesekali sempat diajak jalan-jalan saja.
Kasus ini terungkap setelah ada seseorang yang memberi tahu pelapor yakni salah satu orang tua korban tentang video pencabulan. Kemudian setelah diperiksa, ternyata korban diketahui merupakan anak kandungnya.