KSAD Luncurkan Buku, Muhammadiyah Sebut Isinya Sangat Inspiratif untuk Pemimpin Mendatang

erfan erlin
Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima secara simbolik buku dari percetakan. (Foto : iNews.id/erfan erlin)

Dalam menjalankan kepemimpinan, dia senantiasa diilhami ajaran luhur local wisdom yang terungkap dalam kata-kata “Cipta, Rasa,  Karsa, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani”.

"Saya terapkan ajaran Ki Hajar Dewantara, serta menerapkan prophetic leadership yang bersumber ajaran Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin yang terangkum dalam empat sifat yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah,"ujarnya.

Selanjutnya, dalam memengaruhi dan mengajak orang lain, dilakukan dengan sikap dan hati yang tulus, kebersihan nurani yang dilandasi filosofi dasar memimpin adalah kewajiban, amanah, bukan hak. Perpaduan kedua ajaran tersebut melahirkan gaya kepemimpinan “Green Human Resourse Management”, yaitu kepemimpinan yang mengayomi, memberikan keteduhan dan kesejukan dengan mengutamakan kedekatan dengan anggota. 

Green Human Resource Management  merupakan lingkungan yang kondusif, nyaman dan aman serta lingkungan yang mampu menciptakan energi bagi rekan dan anggota dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk membangun lingkungan yang kondusif  membutuhkan gaya kepemimpinan strategis yaitu kemampuan seseorang untuk mengantisipasi, mempertahankan fleksibililitas.

"Berpikir secara strategis dan bekerja dengan orang lain untuk memulai perubahan yang akan menciptakan masa depan yang baik bagi organisasi,"ujarnya.

Membangun Green Human Resource Management, maka seorang pemimpin harus membangun kapasitas dirinya sebagai pemimpin, yaitu pemimpin yang dihormati yang berani mengambil keputusan. Kalau keputusan itu benar itu bagus, kalau salahpun lebih bagus  daripada tidak berani mengambil keputusan sama sekali. 

Di samping itu, pemimpin yang diidolakan, idola karena memang kepiawaiannya, idola karena memang apa yang dilakukannya tidak memberikan contoh-contoh yang tidak baik. Sekecil apapun kebaikan yang kamu perbuat akan menjadi riak kebaikan yang tak berujung. 

Selanjutnya, pemimpin yang dikagumi artinya kehadiran seorang pemimpin sangat dinanti-nantikan oleh anggotanya, sehingga apa yang terjadi kepada diri kita adalah gambaran apa yang kita lakukan dan perbuat kepada orang lain.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Muhammadiyah Berduka, Kiai Muhammad Jazir Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Sosok Mayjen Bangun Nawoko Pangdam XIV/Hasanuddin, Prajurit Kostrad Lulusan Akmil 1992

57 tahun lalu

Pangdam XIV/Hasanuddin Resmi Berganti, Mayjen Bangun Nawoko Gantikan Mayjen Windiyatno

57 tahun lalu

Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Haedar Nashir: Sosok Humanis dan Penebar Damai

57 tahun lalu

Berduka, Haedar Nashir Kenang Momen Pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal