KSAD Luncurkan Buku, Muhammadiyah Sebut Isinya Sangat Inspiratif untuk Pemimpin Mendatang

erfan erlin
Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima secara simbolik buku dari percetakan. (Foto : iNews.id/erfan erlin)

Di samping pemimpin yang dicintai yaitu memimpin dengan hati, lembut kepada anggota, rasa cinta dan kasih sayang. Untuk kepentingan bangsa dan negara tidak perlu dipikir tetapi langsung dilakukan. Dan, pemimpin yang diidamkan dimana kehadirannya selalu dinanti, menjadi penyejuk dalam setiap situasi. Pemimpin yang mengakar karena dia sadar darimana dia berasal. 

"Pemimpin yang diharapkan yaitu keberhasilan para pemimpin dalam menggerakan roda organisasi melalui keputusan yang diambil tidak terlepas dari sikap anggota atau bawahan terhadap keputusan tersebut. Libatkan eselon terdepan dalam setiap pengambilan keputusan,"ujarnya.

Jenderal Dudung membantah jika buku tersebut ada korelasinya dengan Pemilu. Karena sebenarnya buku tersebut adalah murni gagasan dia berdasarkan pengalaman yang telah ia dapat selama ini. "Tidak, tidak ada kaitannya dengan Pemilu,"katanya. 

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan apa yang disampaikan oleh jenderal Dudung dalam buku ini yang mampu menghadirkan energi kebaikan yaitu tipologi kepemimpinan propertik. Kepemimpinan propertik adalah kepemimpinan yang religius spiritual tetapi membangkitkan nilai-nilao positif bagi kehidupan. 

Menurut Haerdar, buku tersebut sangat relevan dengan hasil pemilu ke depan dan lebih khusus lagi dengan kepemimpinan strategis di mana Indonesia membutuhkan itu sekarang. Di mana pemimpin harus mampu menerjemahkan seluruh visi dan misi kebangsaan tetapi lahir dari hati kejernihan berfikir yang buahnya kebaikan. "Ini inspiratif sekali buat Indonesia, anak muda yang ada saat ini," katanya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Muhammadiyah Berduka, Kiai Muhammad Jazir Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Sosok Mayjen Bangun Nawoko Pangdam XIV/Hasanuddin, Prajurit Kostrad Lulusan Akmil 1992

57 tahun lalu

Pangdam XIV/Hasanuddin Resmi Berganti, Mayjen Bangun Nawoko Gantikan Mayjen Windiyatno

57 tahun lalu

Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Haedar Nashir: Sosok Humanis dan Penebar Damai

57 tahun lalu

Berduka, Haedar Nashir Kenang Momen Pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal