Kasus Mutilasi Mahasiswa UMY di Sleman Disidangkan, 2 Pelaku Didakwa Pembunuhan Berencana

erfan erlin
Sidang pembunuhan dan muilasi mahasiswa UMY digelar di PN Sleman. (foto: iNews.id/Erfan Erlin)

SLEMAN, iNews.id - Pengadilan Negeri (PN) Sleman menggelar sidang perdana perkara pembunuhan dan mutilasi terhadap korban Redho Tri Agustian, mahasiswa Universitas Muhammdiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (22/11/2023). Kedua terdakwa didakwa dengan Pasal 340 jo 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana

Sidang kali ini dipimpin majelis hakim yang diketuai Cahyono dan didampingi Edy Hartono dan Hernawan. Sidang perdana kali dengan agenda tunggal pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Dua terdakwa yakni Waliyin (29) dan Ridduan (38) nampak hadir langsung dalam sidang tersebut. Keduanya didampingi oleh penasihat hukum Sri Karyani dan rekan. Sidang yang rencananya dimulai pukul 10.00 namun baru terlaksana pukul 11.11 WIB.

Dalam amar dakwaanya, JPU menilai perbuatan Waliyin dan Ridduan merupakan tindak pidana pembunuhan terhadap korban Redho Tri Agustian yang sudah direncanakan sebelumnya. Perubatan kedua terdakwa yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan dengan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP Jo Pasal 351 Ayat (1) ke-1 KUHP. 

"subsider perbuatan para terdakwa diancam dalam pidana Pasal 351 ayat 3 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP," kata dia. 

Usai mendengar dakwaan tersebut, penasihat hukum kedua terdakwa Sri Karyani, mengatakan tidak akan mengajukan eksepsi atau keberatan dengan dakwaan dari JPU. Dia menilai semua syarat formil dan materiil sudah terpenuhi dalam surat dakwaan.

"Sudah dengan konfirmasi kebenaran langsung kepada kedua terdakwa," tutur Sri Karyani.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alasan Hakim Vonis Mati Pembunuh dan Pemutilasi 3 Mahasiswi di Pariaman

57 tahun lalu

Tangis Ibu Korban Pecah Dengar Wanda Divonis Hukuman Mati, Wenni: Terima Kasih Pak Hakim

57 tahun lalu

Tok! Hakim Vonis Mati Terdakwa Pembunuhan Berantai dan Mutilasi di Padang Pariaman

57 tahun lalu

Alasan Hakim Vonis Seumur Hidup Alvi Maulana Pemutilasi Pacar jadi 500 Potongan

57 tahun lalu

Alvi Maulana Pemutilasi Pacar Divonis Penjara Seumur Hidup, Kuasa Hukum Ajukan Banding

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal