YOGYAKARTA, iNews.id - Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Zullies Ikawati meminta masyarakat lebih cermat dan bijaksana dalam menggunakan obat alternatif atau herbal untuk mencegah virus corona atau Covid-19. Obat-obatan alternatif, meski diyakini berkhasiat, harus tetap didasarkan pada kaidah ilmiah.
Zullies menuturkan, selama pandemi Covid-19 banyak bermunculan obat-obat alternatif yang diklaim dapat mengatasi virus ini. Kemunculan obat ini berawal dari keprihatinan belum adanya penyembuh Covid-19 hingga kini.
Persoalannya, sebagian besar produk alternatif yang beredar belum memiliki bukti ilmiah mampu mengatasi Covid-19. Ada beberapa yang bahkan sulit diterima dengan logika ilmiah.
“Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat dan bijak dalam memilih produk-produk alternatif yang beredar di pasaran. Inovasi-inovasi obat baru untuk Covid-19 tentu sangat diapresiasi dan diharapkan, tetapi harus tetap berada pada koridor ilmiah yang dapat ditelusuri dan dibuktikan,” kata Zullies dalam laman resmi UGM, dikutip Minggu (10/5/2020).
Ketua Program Studi Magister Farmasi Klinik UGM ini menyebutkan, bila ada bukti kesembuhan, itu hanya berasal dari testimoni segelintir orang. Apalagi penyakit Covid-19 pada sebagian orang dengan kekebalan tubuh kuat, bahkan tidak memberikan gejala, menjadi penyakit yang bisa sembuh sendiri.