Epidemiolog UGM: Vaksin Bagi Anak Belum Teruji, Utamakan Protokol Kesehatan

Kuntadi
anak-anak diajak mencuci tangan dengan sabun. (Fotodoc/iNews)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kasus penularan Covid-19 pada anak-anak masih cukup tinggi. Kelompok ini menjadi salah satu yang paling rentan tertular, sedangkan vaksin untuk mereka belum ada. 

“Anak-anak ini memiliki risiko yang sangat tinggi, kasus pertama di DIY terjadi pada anak-anak,” kata Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Citra Indriani, Jumat (25/6/2021). 

Pada awal masa pandemi, pengetahuan yang ada tentang infeksi virus ini masih rendah. Akibatnya anak yang tertular memiliki gejala sedang ke berat.  

Vaksin yang ada sekarang ini belum direkomendasikan untuk anak-anak. Semua vaksin yang akan digunakan harus melalui pengujian terlebih dahulu untuk efikasinya apakah memberikan manfaat atau tidak meskipun pada saat kegawatdaruratan. 

“Saat ini masih harus menunggu hasil uji klinis pada kelompok anak sebelum bisa kita berikan ke anak-anak,” ujarnya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Cerita IRT Obesitas di Parepare Berbobot 200 Kg, Sulit Berdiri Hanya Bisa Ngesot

57 tahun lalu

Mantan Kadinkes Sumut Dituntut 20 Tahun Penjara Kasus Korupsi APD Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal