Dihujani Peluru Fretilin, Perwira Kopassus Ini Gugur setelah Kibarkan Merah Putih

Sucipto
Sosok pasukan Baret Merah Kopasus saat bertugas. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id – Keberanian prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di medan tempur memang luar biasa. Ini seperti yang dilakukan Letnan Kolonel Inf (Anumerta) Atang Sutresna. 

Perwira Kopassus, gugur dihujani peluru Fretilin sesaat setelah mengibarkan Bendera Merah Putih di medan perang saat bertugas di Dili, Timor Leste

Pria kelahiran Tasikmalaya, 22 Agustus 1943 itu tergabung dalam Operasi Seroja. Kisahnya keberanian perwira Baret Merah ini diceritakan dalam buku "Letjen (Purn) Soegito: Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen". 

Atang yang kala itu masih berpangkat Mayor diterjunkan bersama 35 prajurit Yonif Linud 501 Kostrad.
Bersama 19 prajurit Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) yang kini bernama Kopassus, Mayor Atang ditugaskan merebut sejumlah lokasi strategis, di antaranya, kantor gubernur, lapangan terbang dan pelabuhan.

Sebagai Komandan Detasemen Tempur (Dandenpur) I Nanggala V Grup 1 Kopassandha Mayor Atang juga mendapat tugas tambahan yakni membantu mengamankan prajurit Korps Marinir yang akan mendarat melalui jalur laut dan mengibarkan bendera Merah Putih untuk memberi tanda lokasi yang sudah direbut dari tangan musuh.

Tepat tanggal 7 Desember 1975, menjelang subuh seluruh pasukan diterjunkan dari pesawat C-130 Hercules. Nahas, belum sempat mendarat, pasukan Fretilin menghujani pasukan Mayor Atang dengan tembakan membabi buta. Akibatnya, beberapa prajurit tewas terkena peluru saat payung masih mengembang di udara.

Setelah mencapai darat, Mayor Atang bersama dua anggotanya yakni, Koptu Sugeng dan Koptu Suhar bergerak maju untuk merebut tempat-tempat strategis. Di bawah hujan tembakan musuh, Mayor Atang kemudian meminta kedua anggotanya untuk mengibarkan bendera Merah Putih.

Namun upaya tersebut sulit dilakukan mengingat tempat pengibaran bendera berada di tengah lapangan kantor gubernur. Lokasinya yang sangat terbuka membuat ketiganya rawan terkena tembakan musuh.

Meski begitu, Mayor Atang tidak putus asa, dengan gigih dia memberikan tembakan perlindungan untuk kedua anggotanya, sekaligus mengalihkan perhatian musuh. Sementara itu, Koptu Sugeng dan Koptu Suhar dengan cepat berlari menuju tiang bendera. Keduanya langsung menurunkan bendera Fretilin dan menggantinya dengan bendera Merah Putih.

Namun, baru naik setengah tiang, tiba-tiba Koptu Sugeng merasakan ada peluru musuh yang mengenai kakinya. Kendati demikian, hal itu tidak meruntuhkan semangat kedua prajurit Kopassus. Keduanya tetap mengerek bendera Merah Putih hingga mencapai puncaknya.

Kekhawatiran kedua anak buahnya menjadi kenyataan, baru 25 meter bergerak, peluru Fretilin menembus perut Mayor Atang. Bahkan, satu peluru mengenai kepalanya.

Mayor Atang pun gugur. Kegigihan dan keberanian prajurit Kopassus akhirnya membuat pasukan Fretilin pun terdesak dan memilih untuk mundur.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polda Jateng Bongkar Penyelundupan 1.727 Kendaraan ke Timor Leste Senilai Rp50 Miliar

57 tahun lalu

Hasil Piala AFF U-17, Garuda Asia Bantai Timor Leste 4-0 Tanpa Balas!

57 tahun lalu

Polisi Tangkap Bos Arisan Bodong di Trenggalek, Sempat Kabur ke Timor Leste

57 tahun lalu

Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Rekam Jejak Mayjen Hendy Antariksa Pangdam I/Bukit Barisan, Jenderal Kopassus SAT-81 Gultor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal