Perjalanan dari Bojonegoro ke Kulonprogo ditempuhnya selama kurang lebih delapan jam. Karena belum pernah menginjakkan kaki di Bumi Menoreh, Heri yang takut kesasar, mengandalkan aplikasi peta.
"Sampai di rumah (kediaman Sri) saya ketemu dengan pihak keluarganya, kita rembukkan tentang gimana nikahnya nanti. Berdasarkan hasil kesepakatan, saya diizinkan menikah jika sudah menjalani isolasi," katanya.
Pada 1 Juni, Heri, selesai menjalani isolasi. Dia akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk menikah dengan Sri.
Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Kalurahan Pengasih, Indarto membenarkan Heri telah melaksanakan karantina selama 14 hari. Selama karantina, Heri tetap melakukan aktivitas seperti biasa mulai dari berolahraga hingga berjemur setiap pagi untuk menjaga imunitas diri.
Indarto mengatakan kebijakan karantina oleh pihak desa ini penting untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan warga Pengasih. Pihaknya juga melibatkan petugas medis dan Babinsa untuk melakukan pengecekan kesehatan atau sekadar mengawasi warga yang melakukan karantina.
Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Demi Bisa Menikah di Tengah Pandemi, Heri Jalani Karantina 14 Hari"