"Panitia juga harus berasal dari dusun setempat, nggak boleh impor, harapannya tidak ada penularan. Untuk memberi ransum juga tidak perlu masak di situ, cukup dari lunch box saja sehingga nggak perlu ada kerumunan ibu-ibu," katanya.
Untuk pemantauan penjualan hewan kurban menjelang Idul Adha 2020, DPP Sleman akan menerjunkan 300-an petugas yang terdiri atas 200 aparatur sipil negara serta 100 dokter praktik hewan dan relawan kesehatan hewan.
"Ada 40 titik penjualan hewan kurban yang dipantau di pinggir jalan," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Sri Purnomo: Jangan Sampai Muncul Klaster Baru dari Pasar Hewan"