Namun pihak keluarga berusaha mengamankan mereka dan membawa ke lokasi pemakaman sambil menunjukkan kondisi mayat yang hanya ditutupi sehelai kain.
Keluarga korban, Muhammad Anwar mengatakan, kakak kandungnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi pada 1 Agustus. Almarhumah meninggal dunia keesokan harinya pukul 08.00 WIB.
Rumah sakit tidak ada membawa petugas pemakaman sehingga meminta keluarga menguburkan jenazah dengan memakai alat pelindung diri (APD).
"Kami yang menguburkannya sendiri dan diminta memakai APD. Namun saat peti dibuka, jenazah hanya ditutup kain tipis yang transparan. Apa ini disebut layak," ujar Anwar, Kamis (5/8/2021).
Keluarga sangat menyesalkan rumah sakit yang mengkafani jenazah tidak sesuai dengan aturan fardhu kifayah umat Islam. Warga berharap ke depan rumah sakit tidak melakukan hal yang sama ketika ada warga meninggal dunia akibat Covid-19.
Sementar ketika dikonfirmasi, Lasma, salah satu dokter yang menangani bagian isolasi RS Bhayangkara enggan untuk memberikan keterangan.