Mengenal Tradisi Lompat Batu Nias, Kearifan Lokal yang Mendunia Kini Tersisa 5 Pelompat

Jonirman Tafonao
Tradisi lompat batu asal Nias, Sumatra Utara. (Foto: Ist)

"Dari dulu kan lompat batu ini dibuat bukan untuk permainan, jadi kalau dibilang sakral ya dan perlu teknik. Kemarin ada yang loncat jarinya patah dan juga ada yang menabrak batunya," ucapnya.

Sebelumnya, hanya 12 orang paling banyak pelompat batu yang berbentuk monumen piramida, bagian atasnya datar tinggi kurang dari 2 meter dengan lebar sekitar 1 meter itu. Saat ini jumlahnya semakin sedikit.

Untuk terus terjaganya tradisi ini, Putra berharap kepada juniornya sebagai generasi penerus untuk berlatih dan tetap semangat agar lompat batu yang terkenal dan mendunia itu tidak musnah.

"Harapan saya pada junior kami yang ingin melanjutkan lompat batu ini marilah berlatih dengan baik. Jangan sampai lompat batu ini musnah soalnya ini juga yang menjadi daya tarik wisatawan datang ke sini. Kalau Kami nanti udah tidak ada ya maunya ada generasi penerusnya dari bawah," ucapnya.

Usia pria yang mengikuti lompat batu ini dimulai dari umur 10 tahun dan tak hanya asal lompat tetapi juga ritual dilakukan secara serius saat melakukan lompat batu serta harus mengenakan busana ala pejuang Nias.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Dangkal M 4,6 Guncang Nias Selatan, Berpusat di Laut

57 tahun lalu

Gempa Dangkal Guncang Nias Selatan Hari Ini, Cek Magnitudonya

57 tahun lalu

Dramatis! IRT di Tapsel Ditangkap Bawa Ganja 3 Kg, Sang Anak Menangis Histeris

57 tahun lalu

Gempa Terkini Guncang Nias Selatan Sumut, Cek Magnitudo dan Pusatnya

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,1 Guncang Nias Selatan Sumut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal