Mengenal Tradisi Lompat Batu Nias, Kearifan Lokal yang Mendunia Kini Tersisa 5 Pelompat

Jonirman Tafonao
Tradisi lompat batu asal Nias, Sumatra Utara. (Foto: Ist)

Sebab untuk bisa melompati batu, mereka harus latihan selama bertahun-tahun dari sejak kecil.

"Saya salah satu pelompat dari Desa Bawomataluo. Saat ini kami tinggal 5 orang yang bisa melompat," ucap Silfester Putra Fau kepada iNews, Sabtu (21/9/2024).

Kata Putra, awalnya dia latihan menggunakan bambu dimulai dari tinggi 1 meter kemudian ditambah jadi 1,5 meter hingga 2 meter. Setelah itu baru melompati batu tersebut.

"Ada saja di luar sana yang menganggap sepele karena ada tumpuannya, ya memang ada tumpuannya tapi nggak sembarangan orang yang bisa loncat. Di Desa Bawomataluo yang jumlah pemudanya ribuan tidak semua bisa melompat," katanya.

Menurutnya risiko lompat batu ini sangat besar. Bukan saja sekadar melompat, tetapi juga harus bisa mendarat dengan sempurna jika tidak yang bisa cedera otot bahkan patah tulang.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Dangkal M 4,6 Guncang Nias Selatan, Berpusat di Laut

57 tahun lalu

Gempa Dangkal Guncang Nias Selatan Hari Ini, Cek Magnitudonya

57 tahun lalu

Dramatis! IRT di Tapsel Ditangkap Bawa Ganja 3 Kg, Sang Anak Menangis Histeris

57 tahun lalu

Gempa Terkini Guncang Nias Selatan Sumut, Cek Magnitudo dan Pusatnya

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,1 Guncang Nias Selatan Sumut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal