AS Klaim Damai dengan Iran di Depan Mata, Restu Mojtaba Khamenei Jadi Penentu
JAKARTA, iNews.id – Amerika Serikat mengklaim kesepakatan damai dengan Iran semakin dekat untuk dicapai. Namun, Pakar Politik Luar Negeri Pitan Daslani menilai peluang perdamaian masih menghadapi jalan terjal karena keputusan akhir berada di tangan figur berpengaruh Iran, Mojtaba Khamenei.
Menurut Pitan, berbagai proses diplomasi yang berlangsung antara Washington dan Teheran belum menjamin lahirnya kesepakatan final. Ia menegaskan, arah kebijakan strategis Iran tidak sepenuhnya ditentukan oleh presiden, parlemen, maupun Kementerian Luar Negeri.
“Keputusan mengenai kesepakatan damai bukan berada di Garda Revolusi Iran, bukan di presiden, bukan di parlemen, dan bukan pula di menteri luar negeri. Penentunya ada pada pemimpin tertinggi, yakni Mojtaba Khamenei,” ujar Pitan, Jumat (12/6/2026).
Dia menjelaskan, dalam perundingan yang berlangsung terdapat 14 poin usulan dari kedua pihak. Dari sisi Iran, sejumlah poin disebut merupakan penjabaran dari pernyataan Mojtaba Khamenei yang disampaikan pada 10 Maret 2026.
Dalam usulannya, Iran meminta tiga syarat utama, yakni pencabutan seluruh sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS, penarikan pasukan Amerika Serikat dari negara-negara Arab, serta pembayaran kompensasi sebesar 500 miliar dolar AS atas berbagai kerugian yang dialami Iran.