Mengenal Pasukan Elite Denjaka, Divisi Tempur TNI AL untuk Operasi Senyap Segala Medan

krina sembiring
Pasukan elite TNI, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). (foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Detasemen Jala Mangkara atau lebih dikenal dengan sebutan Denjaka merupakan salah satu pasukan elite TNI. Detasemen ini awalnya dibentuk untuk penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut (AL).

Kendati tugas pokok Denjaka menjaga keamanan di laut, unit militer ini bisa ditugaskan di segala medan, seperti darat maupun udara. Para anggotanya merupakan satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI AL.

Denjaka saat ini dipimpin Kolonel (Mar) Kresno Pratowo, perwira menengah TNI AL dengan jabatan Komandan Detasemen Jala Mangkara (Dandenjaka).

Tugas pokok pasukan gabungan Kopaska dan Yontaifib ini untuk melakukan operasi antiteror, antisabotase dan operasi rahasia di laut yang tidak terdeteksi musuh.

Mereka yang menjadi bagian dari pasukan khusus ini telah menjalani pelatihan sangat berat. Setiap tahun hanya 50 orang yang lulus dari berbagai jenis ujian.

Lantas seperti bentuk latihan prajurit Denjaka? Selain fisik prima, calon Denjaka juga dituntut memiliki IQ tinggi. Selama menjalani pendidikan, teori di kelas hanya 20 persen.

Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Lama pendidikan sekitar 9 bulan. Selebihnya di lapangan, seperti hutan, laut, bahkan udara. Mereka harus mempunyai kemampuan terbaik di darat, laut dan udara.

Anggota Denjaka dituntut mampu melaksanakan tugas rahasia secara sempurna. Untuk mencapai semua itu, diperlukan pendidikan yang sangat keras dan ketat. Mereka harus mampu menyusup dengan terjun payung, bergerak lincah di laut dengan daya tahan tinggi serta survive di darat.

Calon Denjaka ditempa di tengah ombak ganas di Laut Banyuwangi yang kerap menghanyutkan perahu nelayan. Dengan tangan dan kaki diikat, para prajurit tersebut dibuang ke laut ganas. Mereka harus mampu bertahan sekaligus menyelamatkan diri.

Kenapa ditempa dengan latihan yang keras? Jika sewaktu-waktu prajurit trimedia (menguasai medan darat, laut, dan udara) itu dibuang ke laut dalam keadaan tangan dan kaki terikat oleh musuh, mereka akan mampu menyelamatkan diri.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 400 Karung Pakaian Bekas Ilegal di Perairan Batubara

57 tahun lalu

Pratu Zalendra Gugur saat Pendidikan Denjaka, Ayah Ungkap Kondisi Sang Anak

57 tahun lalu

Prajurit Marinir TNI AL asal Lampung Gugur saat Pendidikan Pasukan Elite Denjaka

57 tahun lalu

Hebat! TNI AL Gagalkan Penyelundupan 3,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Makassar

57 tahun lalu

Misteri Penyebab Kematian Tamtama TNI AL, Keluarga Terkejut saat Buka Peti Jenazah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal