Pihaknya memang sengaja memberikan dua format surat suara yang berbeda untuk melihat efesiensi penggunaannya. Selanjutnya pihaknya akan mengambil pendapat dari para pemilih dan penyelenggaran terkait konsep mana yang lebih efektif dilakukan.
"Seluruh peserta diminta jajak pendapat terkait format dua surat suara dan format tiga surat suara. Mana yang lebih mudah bagi pemilih. Tentu dari jejak pendapat ini juga akan menjadi bahan evaluasi kami," ucapnya.
Selain mengevaluasi format surat suara, simulasi Pemilu 2024 ini juga dilakukan untuk melihat kesiapan pelaksanaan Pemilu dengan memastikan protokol kesehatan secara ketat.
"Kami belum menentukan, dalam setiap pleno KPU, akan dibahas mana yang akan menjadi rekomendasi. Berdasarkan undang-undang, memang ada lima surat suara sehingga kita akan kaji dan mencari payung hukumnya juga dari hasil simulasi ini," katanya.