“Dengan adanya integrasi ini, akan lebih banyak penciptaan kreativitas atau bisnis baru akan semakin besar potensinya. Dan nantinya di line bisnis akan menjadi satu, misalnya di bisnis sektor peti kemas, standarisasi menjadi satu, sehingga pelayanan akan menjadi standar baik di Belawan maupun di Makassar," ucap Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan, penggabungan BUMN Pelabuhan merupakan langkah tepat dan relevan untuk menyesuaikan dengan kemajuan industri yang semakin pesat seiring kemajuan teknologi dan informasi. Sebagai perusahaan operator pelabuhan yang memiliki peran besar dalam menjaga rantai distribusi logistik dan berimplikasi pada kemajuan ekonomi negara, memang diperlukan terobosan melalui integrasi BUMN Pelabuhan.
“Rencana sinergi dan integrasi ini mendapat dukungan penuh dari Serikat Pekerja seluruh Pelindo yang ditunjukkan dalam penandatanganan berita acara kesepakatan yang dilakukan oleh Ketua Serikat Pekerja Pelindo 1, 2, 3, dan 4 bersama para Direktur Utama di Bali tanggal 25 Juni 2021. Serikat Pekerja menyatakan dukungan penuh rencana integrasi yang sedang disiapkan manajemen dan siap membantu untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh karyawan,” ujar Prasetyo.
Dirut Pelindo 1 menambahkan dengan adanya sinergi dan integrasi ini, Pelindo diharapkan dapat memiliki kendali strategis yang lebih baik serta sistem operasional pelabuhan yang terstandar. Standarisasi pelayanan akan berdampak pada efisiensi biaya logistik dan peningkatan kepuasan pelanggan.
Sinergi dan integrasi juga dapat memperkuat keuangan perusahaan dan meningkatkan produktivitas SDM.