Demo Jalan Rusak Tak Ditangani, Warga Blora Tanam Pohon Pisang di Jalur Provinsi
BLORA, iNews.id – Warga Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali memblokade jalan. Aksi itu digelar sebagai protes protes penanganan jalan rusak yang tidak maksimal.
Dalam aksinya, warga menanam pohon pisang di sepanjang jalur provinsi Randublatung-Cepu. Dampak pemblokadean jalan tersebut, arus lalu lintas di jalur provinsi mengalami kemacetan panjang. Kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas lantaran warga menutup rapat badan jalan menggunakan pohon pisang.
Pimpinan aksi, Exi Agus Wijaya, secara tegas mendesak agar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, segera turun tangan dan menuntaskan perbaikan jalan provinsi tersebut secara menyeluruh.
Dalam orasinya, Exi mengajak seluruh elemen masyarakat di Jawa Tengah untuk bersatu menyuarakan hak mereka terhadap kebijakan pembangunan yang dinilai belum berpihak pada rakyat bawah.
Menurut Exi, persoalan jalan rusak menahun ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Blora, melainkan menjadi masalah klasik di berbagai wilayah Jawa Tengah. Ia mengkritisi alokasi anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUPR) Jawa Tengah sebesar Rp5,2 miliar yang dinilai sangat minim.
"Anggaran sebesar Rp5,2 miliar yang disiapkan oleh DPUPR Jawa Tengah itu kenyataannya hanya bisa digunakan untuk membangun jalan sepanjang 500 meter saja. Padahal, total jalan yang rusak parah di jalur ini mencapai 2,6 kilometer. Kami menuntut agar perbaikan ini dituntaskan sepenuhnya, bukan dicicil," kata Exi Agus Wijaya di sela-sela aksi, Kamis (4/6/2026).
Perwakilan warga Randublatung, Riski, tampak membentangkan spanduk bernada sindiran tajam bertuliskan "Harus Tuntas Jangan Omon-Omon".