Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Deras Picu Tanah Bergerak di Cilacap, Jalan dan Rumah Warga Rusak
Advertisement . Scroll to see content

Demo Jalan Rusak Tak Ditangani, Warga Blora Tanam Pohon Pisang di Jalur Provinsi

Jumat, 05 Juni 2026 - 02:41:00 WIB
Demo Jalan Rusak Tak Ditangani, Warga Blora Tanam Pohon Pisang di Jalur Provinsi
Warga Blora menggelar aksi demo terkait jalan rusak dengan menanam pohon pisang. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BLORA, iNews.id – Warga Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali memblokade jalan. Aksi itu digelar sebagai protes protes penanganan jalan rusak yang tidak maksimal. 

Dalam aksinya, warga menanam pohon pisang di sepanjang jalur provinsi Randublatung-Cepu. Dampak pemblokadean jalan tersebut, arus lalu lintas di jalur provinsi mengalami kemacetan panjang. Kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas lantaran warga menutup rapat badan jalan menggunakan pohon pisang.

Pimpinan aksi, Exi Agus Wijaya, secara tegas mendesak agar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, segera turun tangan dan menuntaskan perbaikan jalan provinsi tersebut secara menyeluruh. 

Dalam orasinya, Exi mengajak seluruh elemen masyarakat di Jawa Tengah untuk bersatu menyuarakan hak mereka terhadap kebijakan pembangunan yang dinilai belum berpihak pada rakyat bawah.

Menurut Exi, persoalan jalan rusak menahun ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Blora, melainkan menjadi masalah klasik di berbagai wilayah Jawa Tengah. Ia mengkritisi alokasi anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUPR) Jawa Tengah sebesar Rp5,2 miliar yang dinilai sangat minim. 

"Anggaran sebesar Rp5,2 miliar yang disiapkan oleh DPUPR Jawa Tengah itu kenyataannya hanya bisa digunakan untuk membangun jalan sepanjang 500 meter saja. Padahal, total jalan yang rusak parah di jalur ini mencapai 2,6 kilometer. Kami menuntut agar perbaikan ini dituntaskan sepenuhnya, bukan dicicil," kata Exi Agus Wijaya di sela-sela aksi, Kamis (4/6/2026).

Perwakilan warga Randublatung, Riski, tampak membentangkan spanduk bernada sindiran tajam bertuliskan "Harus Tuntas Jangan Omon-Omon".

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut