Integrasi Pelindo Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Skema integrasi BUMN Pelabuhan dipilih karena mempertimbangkan beberapa faktor di antaranya, potensi penciptaan nilai yang efisien dan terkoordinasi secara sistematis, fokus kompetensi yang dimiliki saat ini. Selanjutnya tingkat disrupsi yang tidak terlalu tinggi karena terdapat penyesuaian sinergi secara bertahap dari business as usual, cost of fund dapat dioptimalkan dengan sebagai entitas yang lebih besar dan kuat, entitas penerima penggabungan (surviving entity) bisa mengelola aset lebih baik dan efisien, serta penggabungan ini bisa segera diwujudkan karena bisnis yang dimiliki serupa.
Menurut Arif, ke depannya juga diharapkan dapat mendukung pengembangan industri di kawasan sekitar pelabuhan, hingga lebih jauh mendorong peningkatan konektivitas hinterland (daerah atau tempat produksi yang terletak di sekitar pelabuhan), volume ekspor impor, dan trafik pelabuhan. Penggabungan ini akan meningkatkan posisi Pelindo terintegrasi menjadi operator terminal peti kemas terbesar nomor 8 dunia, dengan target throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs.
"Melalui efek multiplier ekonomi, integrasi ini akan menumbuhkembangkan distribusi barang dan jasa antarwilayah yang pada gilirannya disebabkan oleh indeks kepuasan pelanggan yang semakin tinggi akan menciptakan investasi-investasi baru. Seiring itu, tenaga kerja bakal terserap lebih banyak," kata Arif.
Ditambahkan Arif, di lain sisi standarisasi produktivitas dan kapabilitas SDM juga ditingkatkan. Tentunya integrasi ini akan meningkatkan kontribusi Pelindo bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu Direktur Utama Pelindo 1 Prasetyo mengatakan, penggabungan ini akan memberikan potensi yang besar.