“Kami punya perkebunan yang luas sekali, tapi tidak mendapat apa-apa sama sekali, hanya mendapat pajak tanah,” ujar mantan Pangkostrad itu.
Selain persoalan sengketa lahan dan tanah, La Nyalla juga menyinggung beberapa proyek strategis nasional di Sumut, di antaranya Kaldera Toba, rusunawa yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke dan Kawasan Industri Kuala Tanjung. Kemudian, jalur Kereta Api Pematangsiantar-Parapat, LRT Mebidang dan Kawasan Olahraga Terpadu Sumut Sport Center.
Mantan ketua umum Kadin Jawa Timur itu juga mendorong Pemprov Sumut untuk mencari cara guna meningkatkan volume ekspor kopi Sumut yang masih memiliki peluang pasar dari enam negara pembeli, yakni Amerika, Jerman, Jepang, Korea, Belanda dan China.
“Setahu saya, mereka masih membutuhkan lebih dari yang selama ini dapat dipenuhi oleh Sumut,” katanya.
Sementara Senator asal Sumut, Willem TP Simarmata meminta Pemprov Sumut meningkatkan perhatian kepada guru honorer, khususnya menyangkut penghasilan mereka yang masih jauh dari UMR.