GUNUNGSITOLI, iNews.id - Gubernur Edy Rahmayadi meninjau kesiapan sejumlah fasilitas kesehatan dalam penanganan pasien Covid-19 di Nias, Sumatera Utara. Dia didampingi Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Irwansyah dan Irwasda Polda Sumut serta unsur Forkopimda se-Kepulauan Nias.
Dalam kunjungan kerja tersebut, gubernur sempat bersitegang dengan Direktur RSUD Gunungsitoli Julianus Dawolo saat membahas soal penempatan alat dan kesiapan satu-satunya rumah sakit rujukan Covid-19 di Pulau Nias tersebut.
Bermula saat Edy Rahmayadi tak menemukan adanya ruangan untuk penempatan laboratorium PCR. Dia kemudian meminta dikosongkan ruangan untuk disiapkan sebagai tempat tes spesimen Covid-19.
Direktur RSUD Gunungsitoli Julianus Dawolo mengakui belum ada tempatnya, kemudian mengusulkan agar menyiapkan tempat baru seperti kontainer untuk lab PCR. Jawaban ini membuat Edy marah.
"Bapak ini apa jabatannya. Seharusnya standarnya dari empat bulan lalu disiapkan saat saya ke sini. Saya minta siapkan PCR, tempatnya. Kalau saya kirim sekarang bagaimana, mau tempatkan di mana. Jangan maunya bapak sendiri," ujar Edy.