Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi Julianus dengan menyebut ada tempat namun masih harus direhab. Dia juga menyampaikan keluh kesah soal penanganan Covid-19 saat ketegangan tersebut.
"Kami sudah bekerja capek-capek pak. Jadi kami kalau tetap disalahkan juga, ya saya jelaskan apa yang apa," ucap Julianus.
Edy Rahmayadi kian naik pitam dan meminta Direktur RSUD Gunungsitoli segera menghadapnya usai peninjauan.
"Bukan hanya bapak yang capek di sini. Semua capek. Kalau bapak gak bisa diatur, pulang," kata Edy.
Selama peninjauan lokasi penempatan laboratorium swab untuk polymerase chain reaction (PCR), Edy meminta kesiapan tenaga kesehatan dalam melayani pasien Covid-19. Selain itu, Pemprov Sumut akan menyewa enam hotel di Kota Gunungsitoli dan Nias Selatan sebagai tempat isolasi pasien positif Covid-19.
Seusai peninjauan, Gubernur Sumut melakukan rapat terbatas bersama para kepala daerah se-Kepulauan Nias di Kantor Wali Kota Gunungsitoli dengan beberapa poin kesepakatan. Di antaranya sewa enam hotel sebagai tempat isolasi dan segala pembiayaan akan ditanggung pemprov, termasuk penyediaan dokter dan ahli laboratorium yang dikirim dari Medan.