Dia menambahkan, protokol kesehatan di Bandara Kualanamu juga dimungkinkan untuk diperketat. Misalnya, dengan penambahan personel aviation security atau custumer service dan peningkatan frekuensi disinfeksi di area bandara. Kemudian, penambahan titik hand sanitizer, fasilitas cuci tangan, dan berbagai upaya untuk menjaga kebersihan, serta higienitas bandara.
Pada bulan ini, dari tanggal 1-8 September 2020, rata-rata pergerakan penumpang di Bandara Kualanamu sebanyak 6.000 hingga 7.000 orang per hari.Kenaikan jumlah penumpang tersebut sudah terlihat di bulan Juli sampai saat ini September 2020, dengan persentase kenaikan 30-35 persen.
"PSBB penuh di DKI Jakarta pada 14 September 2020 ditetapkan setelah ada angka psikologis baru pergerakan penumpang di tengah pandemi Covid-19. Hal ini berbeda ketika PSPB diterapkan pertama kali, yaitu tidak jauh ketika penerbangan dalam kondisi normal. Akibatnya terjadi penurunan pergerakan penumpang cukup signifikan pada April 2020," katanya.