JAKARTA, iNews.id - Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari menyebut Sumatera Utara dan Aceh sebagai daerah paling parah peredaran narkobanya. Hal ini jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
"Kedua daerah itu juga sering menjadi tempat penyelundupan narkoba dari luar negeri dan tempat singgah transaksi narkoba jenis sabu, ganja, serta pil ekstasi," ujar Arman di Kantor BNN Provinsi Sumut, Senin (17/8/2020).
Dia mengatakan, semakin banyaknya peredaran narkoba di Sumut-Aceh, maka BNN harus ekstra keras melakukan antisipasi dan pencegahan masuknya narkoba dari negara asing.
Selain itu, peranan masyarakat juga penting untuk melaporkan kepada petugas BNN jika mengetahui peredaran dan penyelundupan narkoba tersebut.
"Bisnis narkoba di Sumut-Aceh semakin banyak. Hal ini dibuktikan BNN berhasil menggagalkan pengiriman 47 kg sabu di wilayah Sumut-Aceh dan dikirim ke Jakarta dengan menggunakan truk fuso," kata jenderal bintang dua tersebut.