"Hingga saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menelusuri status dari kendaraan tersebut dan siapa pemiliknya. Tapi bisa kami konfirmasikan bahwa itu bukan milik Pertamina," ucapnya.
Bisnis penyelundupan balpres pakaian bekas di Sumatera Utara memang cukup marak sejak 3 dekade terakhir. Namun belakangan upaya penindakan mulai intensif dilakukan.
Meski begitu, banyak spekulan yang telah menikmati bisnis pakaian bekas, terus berupaya untuk mendatangkan balpres tersebut. Kebanyakan balpres datang dari China dan Malaysia.
Balpres tersebut diselundupkan melalui pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di pantai timur Sumut seperti wilayah Kota Tanjung Balai, Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batubara.