Keberadaan bangkai babi ini membuat warga yang tinggal di kawasan Danau Siombak menjadi resah. Karena selain menyebabkan bau tidak sedap, warga yang beraktivitas di Danau Siombak juga mulai diserang penyakit seperti gatal-gatal.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara (Sumut), M Azhar mengungkapkan, sebanyak 5.800 babi mati karena terkena virus Hog Cholera. Namun, dia menegaskan virus ini hanya menjangkit ke sesama babi.
Terkait penemuan bangkai babi ini, Kapolsek Medan Labuhan AKP Edy Safari mengatakan, sudah menjalin komunikasi dengan Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimum) Polda Sumut. Namun, belum ada tersangka dalam kasus tersebut.
“Kami masih lidik yang buang ke sungai. Kami juga lidik ke peternakan di Tanjung Gusta dan Percut. Ini masuk pencemaran lingkungan hidup, ancaman hukuman di atas 10 tahun," kata Edy Safari, Senin (11/11/2019).