Ulama Senior Sepakat Kurangi Volume Toa saat Azan, Politik Jadi Pertimbangan

Muhaimin
Ulama India memilih mengecilkan volume suara azan karena keluhan kelompok Hindu. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Raj Thackeray, pemimpin partai Hindu regional, pada April menuntut agar masjid dan tempat ibadah lainnya tetap berada dalam batas kebisingan yang diizinkan. Jika tidak, dia mengatakan para pengikutnya akan melantunkan doa Hindu di luar masjid sebagai protes. 

Thackeray, yang partainya hanya memiliki satu kursi di majelis negara bagian yang beranggotakan 288 orang, mengatakan dia hanya bersikeras agar putusan pengadilan tentang tingkat kebisingan ditegakkan.

“Jika agama adalah urusan pribadi, lalu mengapa umat Islam diperbolehkan menggunakan pengeras suara selama 365 hari (dalam setahun)?” kata Thackeray kepada wartawan di Mumbai, pusat keuangan India dan Ibu Kota Maharashtra.

“Saudara, saudari, dan Ibu Hindu saya yang terkasih datang bersama; menjadi satu dalam menurunkan pengeras suara ini," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/5/2022). 

Para pemimpin 200 juta Muslim India melihat langkah itu, yang bertepatan dengan perayaan Idulfitri, sebagai upaya lain oleh umat Hindu garis keras untuk merusak hak mereka atas kebebasan beribadah dan ekspresi keagamaan, dengan persetujuan diam-diam dari partai nasionalis Hindu yang berkuasa, Bharatiya Janata Party (BJP).

Dalam beberapa pekan terakhir, seorang pemimpin senior BJP mulai mendorong untuk menukar undang-undang perkawinan dan warisan berdasarkan agama dengan hukum sipil yang seragam, dengan membidik aturan yang memungkinkan pria Muslim, misalnya, memiliki empat istri.

BJP tidak menanggapi permintaan komentar atas inisiatif Thackeray. Dia menyangkal menargetkan minoritas, dan mengatakan menginginkan perubahan progresif yang menguntungkan semua orang India.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenag Pastikan Tak Ada Penolakan Aturan Pengeras Suara Azan di Yogyakarta

57 tahun lalu

Ciptakan Kerukunan, PWNU Jabar Bakal Sosialisasikan Pedoman Pengeras Suara Azan

57 tahun lalu

Wakil Wali Kota Medan Minta Menag Minta Maaf terkait Polemik Suara Azan dan Gonggongan Anjing

57 tahun lalu

Laporan Roy Suryo soal Suara Azan dan Gonggongan Anjing Ditolak Polda Metro, kok Bisa ?

57 tahun lalu

Suara Azan Indah, Menag Yaqut Dinilai Salah Bandingkan dengan Gonggongan Anjing 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal