Upaya tersebut, lanjut Eko, diharapkan membuat Sumsel dapat terhindar dari bencana kabut asap yang dapat mengganggu berbagai aktivitas warga dan mempengaruhi kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BMKG Palembang Desindra Deddy Kurniawan mengatakan daerah yang dipetakan rawan karhutla ini, akhir-akhir ini mulai muncul banyak titik panas (hotspot).
Keberadaan titik panas tersebut perlu mendapat perhatian jajaran Polda Sumsel dan pihak terkait yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Karhutla.
“Sehingga tidak menimbulkan kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap,” katanya.
Deddy melanjutkan, musim kemarau diprakirakan terjadi pada Juli dan puncaknya pada bulan Agustus. Sehingga dengan berbagai tindakan antisipasi yang dilakukan Satgas Penanggulangan Karhutla diharapkan tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan yang parah.