Yunarto juga mengatakan, Ilyas Panji Alam dinilai responden sebagai tokoh paling dikenal dengan 48,3 persen, Panca Wijaya Akbar dengan 39,8 persen, Ardani 4,8 persen dan Endang 3,0 persen. Akan tetapi Panca Wijaya Akbar dinilai responden sebagai tokoh paling disukai.
"Untuk tokoh paling disukai Panca Wijaya Akbar 53,8 persen, unggul dari Ilyas Panji Alam 35,8 persen. Kemudian Ardani 3,5 persen dan Endang P U Ishak 2,0 persen. Sedangkan tidak tahu atau tidak jawab sebesar 5,0 persen," katanya.
Secara individu, lanjut Yunarto, Panca Wijaya Akbar sebagai calon bupati dan Ardani sebagai calon wakil bupati mendapatkan elektabilitas tertinggi. "Elektabilitas untuk calon bupati Panca Wijaya Akbar 54,3 persen, sementara Ilyas Panji Alam 34,3 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 11,5 persen. Sedangkan untuk elektabilitas calon wakil bupati, Ardani 48,8 persen, Endang P U Ishak 27,8 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 23,5 persen," katanya.
Pada pengujian secara berpasangan Panca Wijaya Akbar-Ardani pasangan calon nomor urut 1 ini juga meraih 54,5 persen responden mengungguli pasangan Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak 34,3 persen. "Sementara itu terdapat 11,3 persen responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak jawab," ucapnya.
Yunarto menambahkan, pada penggunaan simulasi kertas suara, Panca Wijaya Akbar-Ardani sedikit meningkat, dipilih oleh 54,8 persen responden. Sementara Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak 32,5 persen, sedikit mengalami penurunan. Sedangkan 12,8 persen lainnya responden menyatakan tidak memilih.
Untuk tingkat kemantapan pilihan terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati secara umum sudah cukup kuat, berada di atas 65 persen. "Terakhir awareness publik mengenai Pilkada 9 Desember 2020 mendatang sudah sangat merata di Kabupaten Ogan Ilir yakni 94,0 persen. Selain itu, antusiasme untuk ikut serta dalam Pilkada juga tergolong tinggi, yakni mencapai 97,3 persen," kata Yunarto.