5. Lantai bertingkat
Rumah limas dibangun dengan lantai bertingkat yang mengandung filosofi budaya. Tiap tingkat lantai memiliki fungsi tersendiri yang disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, hubungan kekerabatan dan martabat.
Lantai pertama lebih terbuka untuk menerima tamu. Tingkat kedua atau jogan untuk anggota keluarga berjenis kelamin laki-laki. Tingkat ketiga atau kekijing tiga yang tentu lebih tinggi dari lantai kedua memiliki fungsi tempat tamu yang sudah paruh baya.
Berikut kekijing empat yang dikhususnya untuk tamu undangan yang lebih tua atau dihormati. Orang - orang dengan hubungan kekerabatan lebih dekat dengan pemilik rumah akan dijamu di tempat ini.
Selanjutnya Gegajah untuk penyebutan lantai tertinggi yang hanya untuk dimasuki orang yang dihormati dan memiliki kedudukan sangat tinggi dalam keluarga. Di lantai ini juga terdapat kamar pengantin jika digelar pesta pernikahan.
6. Atap Limas
Sesuai namanya, rumah ini memiliki atap menyerupai limas. Pada bagian atap dilengkapi banyak ornamen berbentuk simbar yang memiliki makna mendalam. Dua sumbar melambangkan awal mula kehidupan manusia yakni Adam dan Hawa. Tiga simbar melambangkan matahari bulan dan bintang.
Kemudian empat simbar menyimbolkan sahabat nabi. Selanjutnya lima simbar membuktikan masyarakat Palembang yang religius yakni rukun Islam.
Demikianlah rumah limas berikut sejarah dan keunikannya. Bagaimana, menarik kan?