Rumah Limas Berikut Sejarah dan Keunikannya
Bukan tanpa alasan rumah limas dibangun dengan menghadap dua arah mata angin tersebut. Menghadap matoari idup memiliki makna awal mula kehidupan, begitu sebaliknya arah barat akhir dari kehidupan manusia.

2. Tidak menggunakan paku
Rumah limas dibangun menggunakan hasil alam atau kayu dan papan. Rumah adat Sumatera Selatan ini dibangun tidak menggunakan paku, melainkan pasak. Karena itu, rumah limas dapat dibongkar untuk dipindahkan dan dibangun kembali.
3. Rumah limas sarat ukiran
Keunikan rumah limas berikutnya banyaknya ukiran pada beberapa bagian rumah seperti kusen dan pintu. Ukiran dengan motif naga, guci dan kulit kerang juga menandakan pembauran budaya yang sudah terjadi di Sumsel sejak ratusan tahun lalu.
4. Rumah panggung bertiang tinggi
Rumah limas dibangun dengan tiang-tiang menggunakan kayu unglen terbaik. Diyakini rumah adat ini bertiang tinggi agar pemilik atau penghuninya nyaman dan aman, bebas dari banjir dan gangguan lainnya. Diketahui, wilayah Palembang sebagian besar sungai dan rawa.
Kolong atau bagian bawah rumah digunakan untuk menyimpan barang dan juga untuk kegiatan memasak ketika digelar hajatan besar.