Rumah ini sudah beberapa kali pindah, karena memang dibangun tanpa paku melainkan pasak, sehingga dapat dibongkar untuk dipindahkan. Sesuai namanya, bagian atap berbentuk limas atau mudahnya piramida terpenggal.
Rumah tradisional pada masanya berisi beragam perlengkapan layaknya rumah bangsawan zaman dulu seperti tempat tidur serta sejumlah peralatan pernikahan berupa timbang tangan calon pengantin dengan kitab suci. Rumah Limas semakin terkenal ketika dicetak pada uang kertas lembaran Rp10.000 keluaran tahun 2006.
Selain di museum, masih terdapat rumah Limas yang dibangun oleh saudagar atau orang kaya dengan tujuan turut melestarikannya. Beberapa di antaranya dapat dipakai atau disewa untuk kegiatan adat atau pernikahan.
Rumah limas memiliki banyak keunikan yang bikin kagum. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut keunikan rumah limas:
1. Menghadap timur atau barat
Rumah limas dibangun hanya dibangun menghadap dua arah yakni timur atau barat. Timur tempat matahari terbit dalam bahasa setempat matoari edop (matahari terbit/hidup). Sebaliknya barat tempat matahari tenggelam disebut matoari mati (matahari tenggelam).